Bekatul adalah hasil samping penggilingan padi. Setelah beras dipisahkan dari sekam (kulit luar gabah), kemudian dilakukan penyosohan. Proses penyosohan dilakukan dua kali, penyosohanpertama menghasilkan dedak (seratnya masih kasar), sedangkan penyosohan kedua menghasilkan bekatul (rice bran) yang bertekstur halus. Namun seringkali di penggilingan antara dedak dan bekatul tidak dipisahkan dan difungsikan hanya sebagai pakan ternak. Untuk istilah dedak dan bekatul ini dibedakan oleh FAO. Yang dimaksud dengan dedak adalah hasil sampingan dari proses penggilingan padi yang terdiri dari lapisan sebelah luar dari butiran padi dengan sejulah lembaga biji. Sementara bekatul adalah adalah lapisan sebelah dalam dari butiran padi, termasuk sebagian kecil endosperm berpati.

Dari segi gizi, kandungan gizi beras putih sebenarnya sudah sangat sedikit, sebab kandungan utamanya adalah karbohidrat. Kandungan gizi di luar karbohidrat seperti serat, vitamin B kompleks, protein, tiamin, niasin serta tokoferol dan aneka zat gizi lain justru ada di bekatul. Sayangnya bekatul saat ini justru dikenal sebagai pakan ternak, sementara manusia hanya mengkonsumsi beras putih. Tak heran bila sekarang banyak terserang aneka penyakit seperti konstipasi, kanker kolon, hipertensi, hiperkolesterol, diabetes mellitus dll karena zat sehat dalam menu sehari-hari sangat minim.

Kandungan Gizi Bekatul

Komposisi kimia bekatul menunjukkan kandungan yang kaya akan serat pangan, mineral, minyak, protein dan khususnya Vitamin B. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Rahasia Bekatul Untuk Kesehatan

Manfaat bekatul bagi kesehatan tidak hanya disesbabkan oleh kandungan vitamin B nya saja, tetapi juga karena kandungan zat gizi lainnya. Dari segi zat gizi, bekatul mengandung asam amino lisin yang lebih tinggi dibandingkan beras. Protein bekatul memang nilai gizinya lebih rendah dibandingkan telur dan protein hewani, tetapi lebih tinggi dari kedelai, biji kapas, jagung dan terigu. Bekatul juga merupakan sumber asam lemak tak jenuh esensial dan bermacam-macam vitamin (B1, B2, B3, B5, B6 dan tokoferol), pangamic acid (Vit. B15), serat pangan, serta mineral. Natrium, Kalium, dan Khlor yang terkandung dalam bekatul mudah diserap dan dikeluarkan. Bekatul juga kaya akan serat pangan (dietary fiber).

Disamping zat gizi, bekatul juga mengandung komponen bioaktif pangan atau pangan fungsional. Komponen bioaktif tersebut adalah antioksidan tokoferol (vitamin E), tokotrienol, oryzanol dan pangamic acid (vit. B15). Senyawa tersebut merupakan bagian dari lemak bekatul dan merupakan senyawa yang berharga untuk menjaga kesehatan manusia, antara lain sebagai zat yang dapat menurunkan kadar kolestero darah, mencegah terjadinya kanker dan memperlancar sekresi hormonal.

Secara lebih spesifik manfaat bekatul diantaranya :

1.  Serat pangan untuk melancarkan pencernaan

Menurut Dr. David Reuben, serat pangan yang dimaksud dalam makanan sehari-hari dapat berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan dan yang terpenting adalah serat pangan yang berasal dari rice bran (bekatul). Serat pada biji-bijian yang tidak dapat dicerna enzyme yang disekresikan oleh manusia, secara tidak langsung penting untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan serat mempengaruhi status fisik isi saluran pencernaan, bahan makanan, waktu transit usus, variasi kapasitas absorbs, serta pengenceran asam-asam atau garam-garam empedu, sterol dan beberapa zat makanan. Serat tidk larut meningkatkan berat dan frekuensi feses serta melembutkannya, serta menurunkan waktu transit di usus.

2. Sebagai antioksidan, Mencegah Pembentukan radikal bebas dan StresOksidatif

Antioksidan adalah komponen berberat molekul kecil yang bereaksi dengan oksidan sehingga menghambat oksidasi. Sehingga tidak hanya mempunyai system perlindungan melawan radikal bebas, tetapi juga system perbaikan yang melindungi akumulasi molekul yang rusak secara oksidatif. Bekatul padi mengandung vitamin E, vitamin B15, dan oryzanol beragam yang berfungsi sebagai antioksidan. Komponen ini memiliki sifat memicu pertumbuhan manusia, membantu sirkulasi darah dan memicu sekresi hormone.

3. Ampuhnya Pangamic Acid untuk mengobati berbagai penyakit

Vitamin B15 atau pangamic acid terutama berfungsi sebagai donor metal, yang membantu di dalam pembentukan asam amino tertentu seperti metionin. Zat ini berperan dalam oksidasi glukosa, respirasi sel sehingga berfungsi mengurangi hipoksia (kekurangan oksigen) di otot jantung serta otot lain. Seperti vitamin E, pangamic acid juga membantu memperpanjang umursel melalui perlindungan terhadap oksidasi. Pangamic acid memberikan stimulasi ringan ke endokrin dan system saraf serta meningkatkan fungsi hati yang berperan dalam proses detoksifikasi (pembuangan racun tubuh)..

Penyakit yang dapat diobati dengan VitaminB 15 diantaranya :

* Diabetes Mellitus (kencing manis)
* Hipertensi (tekanan darah tinggi)
* Hiperkolesterolaemi (kadar kolesterol darah meninggi)
* Atherosclerosis (pengapuran pembuluh darah)
* Heart infarct (serangan jantung karena sumbatan pembuluh darah jantung)
* Coronair insufficiency (gangguan aliran pembuluh darah jantung)
* Asma bronchiale (bengek)
* Sirosis hepatitis (penyakit hati) dengan maksud untuk memperbaiki fungsi hati

Petunjuk Praktis Pemakaian Bekatul

  • Untuk menjaga kesehatan/stamina, konsumsi 30 gram sehari (15 gram/1 sendok makan pagi dan 15 gram sore atau 30 gram sekaligus pagi.
  • Setiap 1 sendok makan (1 sdm) munjung (15 gram), dicampur dengan 1 gelas airminum, direbus sampai mendidih.
  • Bekatul dapat dimakan dengan pisang, roti, atau diminum dengan cara dingin atau hangat-hangat kuku, misalnya the manis, kopi manis, susu, air kaldu, gulamerah, gula putih, gula obat (bagi penderita diabetes mellitus), cokelat, sup, bubur kacang hijau, havermout, mie instan, santan kelapa, dan lain-lain.
  • Khusus penderita diabetes mellitus, hendaknya jangan memakai cairan yang mengandung gula.
  • Dalam rangka pengobatan penyakit, disarankan untuk memberikan tambahanmakanan bekatul. Obat-obatan dari dokter tetap terus dipakai. Konsultasikan ke dokter setelah 2-4 minggu untuk menilai khasiat bekatul sebagai makanan tambahan. Bilaperlu dosis bekatul dapat ditingkatkan, misalnya 3x 25 gram, 3×30 gram,dst.
  • Untuk mengobati penyakit, dosis yang dianjurkan 2×1 sdm (30 gram) pagi hari dan 1 sdm sore hari. Bila perlu, dosis dapat ditambah 3×1 sdm (45 gram) pagi, siang dan sore 1 sdm; atau 2×2 sdm (60 gram) sehari, pagi 2 sdm,sore 2 sdm; atau 3x2sdm (90 gram). Untuk menjagakesehatan dapat mengkonsumsi 2×2 sdm setiap hari.
  • Bila Anda menderita kista ovarium, sambilmenunggu operasi dan mendapat obat-obat dari dokter kandungan bolehmencoba makan bekatul 3×1 sdm. Dari beberapa kasus penderita kista (masih kecil, sebesar bola ping-pong), setelah makan bekatulhilang total dalam beberapa minggu.
  • Penyakit yang tidak berbahaya sama sekali, tetapi sangat mengganggu kegiatansehari-hari seperti telapak tangan dan kaki yang sangat mudah/sering berkeringat dapat pula mengonsumsi bekatul.
  • Bagi mereka yang tidak dapat makan bekatul sekaligus sejumlah 20 gram (misalnya penderita maag), sebaiknya dosis untuk sehari dihabiskan bertahap dari pagi sampai malam.
  • Bagi mereka yang tidak dapat makan bekatul, dianjurkan untukmenggunakancara lain. Campurkan bekatul dengan airhangat-hangat kuku, diaduk, lalu dibiarkan sampai ampasnyamengendap. Ambillah cairannya, dimana sudahterlarut vitamin-vitamin B kompleks, termasuk vitamin B15 yang sangat mudah larut dalam air.

Efek Samping Mengonsumsi Bekatul

  • Pada permulaan pemakaianbekatul terkadang menimbulkan diare,tetapi selanjutnya    akan biasa lagi. Bilamasih diare, dosisnya dikurangi, misalnya pagi 1/2 sdm, sore/malam 1/2 sdm (untuk penyesuaian).
  • Terkadang susah buang air besar (sangat jarang terjadi). Jika hal ini terjadi, disarankan untuk banyak makan sayuran, papaya, atau dicampur agar-agar.
  • Terkadang memberikan rasa mual bagi penderita maag. Disarankan memakan bekatul lebih encer dan jangan dimakan sekaligus (misalnya 1 sdm dicampur dengan 1 gelas air minum) atau memakannya dicampur dengan agar-agar. Dengan cara ini, sakit maag yang timbul akan berkurang, bahkan sembuh.

Sumber : Naturalorganik.multiply.com